i lost count - but he's back - again.
faith..
need lots of faith.
Sunday, November 12, 2006
Saturday, November 11, 2006
a n t a r a
di depan mata
antara
yang berentak kasih
terasa bermusim
lafaz cinta
tapi terumbang
rapuh kasih
jauh di mata
hati entah di mana
yang mengalir kasih
bagai tak berakhir
terasa tulus
cinta ikhlas
berharga dikasihi
tapi tak berkesampaian
bahagia
tetap bertumpang
besok
siapa tahu
hati
kenapa perlu
menyuluh,
meneliti,
mentaksir
segala kemungkinan
berdoa
berserahlah
pada Dia
redha
antara
yang berentak kasih
terasa bermusim
lafaz cinta
tapi terumbang
rapuh kasih
jauh di mata
hati entah di mana
yang mengalir kasih
bagai tak berakhir
terasa tulus
cinta ikhlas
berharga dikasihi
tapi tak berkesampaian
bahagia
tetap bertumpang
besok
siapa tahu
hati
kenapa perlu
menyuluh,
meneliti,
mentaksir
segala kemungkinan
berdoa
berserahlah
pada Dia
redha
Thursday, November 09, 2006
t e r a s a
Sekian lama
mengelak
tak tertepis lagi
lalu terlewatlah aku
di ruang yang menyimpan
seribu jejak kita
terbuka lipatan cerita
tersusuk pedihnya racun rindu
terasa
tersangat rindunya
mengelak
tak tertepis lagi
lalu terlewatlah aku
di ruang yang menyimpan
seribu jejak kita
terbuka lipatan cerita
tersusuk pedihnya racun rindu
terasa
tersangat rindunya
terasa
Sekian lama mengelak
tak tertepis lagi
lalu terlewatlah aku
di ruang yang menyimpan seribu jejak kita
terbuka lipatan cerita
tersusuk pedihnya racun rindu
terasa
tersangat rindunya
tak tertepis lagi
lalu terlewatlah aku
di ruang yang menyimpan seribu jejak kita
terbuka lipatan cerita
tersusuk pedihnya racun rindu
terasa
tersangat rindunya
Sunday, November 05, 2006
kembali?
entah apalah landasan
yang membolehkan
kau tergamak meminta
aku terima kau kembali
usahlah diganggu
usahlah disiakan waktu
sekadar kemaafan mampu kuberikan
kasih tak terasa
hakikatnya
kau tiada dalam hidupku lagi
jika ikhlas niatmu
bahagialah atas kebahagiaanku.
yang membolehkan
kau tergamak meminta
aku terima kau kembali
usahlah diganggu
usahlah disiakan waktu
sekadar kemaafan mampu kuberikan
kasih tak terasa
hakikatnya
kau tiada dalam hidupku lagi
jika ikhlas niatmu
bahagialah atas kebahagiaanku.
Wednesday, November 01, 2006
01/11/06 ?
Tak terungkap lagi
Tak tertaksir
Tak tahu
Arah ke mana harus dituju
Waktu yang iringi langkah
bagai kaku, beku..
Kian lemah degupan
Tapi aku masih di sini
Menanti waktu
Yang kemas mendokong rahsia
Segala penentuanNya
Tak tertaksir
Tak tahu
Arah ke mana harus dituju
Waktu yang iringi langkah
bagai kaku, beku..
Kian lemah degupan
Tapi aku masih di sini
Menanti waktu
Yang kemas mendokong rahsia
Segala penentuanNya
?
Tak terungkap lagi
Tak tertaksir
Tak tahu
Arah ke mana harus dituju
Waktu yang iringi langkah
bagai kaku, beku..
Kian lemah degupan
Tapi aku masih di sini
Menanti waktu
Yang kemas mendokong rahsia
Segala penentuanNya
Tak tertaksir
Tak tahu
Arah ke mana harus dituju
Waktu yang iringi langkah
bagai kaku, beku..
Kian lemah degupan
Tapi aku masih di sini
Menanti waktu
Yang kemas mendokong rahsia
Segala penentuanNya
Tuesday, October 10, 2006
devine decree and efforts
Devine decree is God's.
Efforts - endless efforts are our haq.
As long as our efforts are in accordance to the calls of islam, lillaahita'ala, and they come with faith and continuous doa for His guidance and help, insyaallah.
We have God with us.
Ya Allah, guide us to the right path.
Ya Allah, make it easy.
Ameen ya Robbul'alameen.
Efforts - endless efforts are our haq.
As long as our efforts are in accordance to the calls of islam, lillaahita'ala, and they come with faith and continuous doa for His guidance and help, insyaallah.
We have God with us.
Ya Allah, guide us to the right path.
Ya Allah, make it easy.
Ameen ya Robbul'alameen.
Sunday, October 08, 2006
He knows
We may think
what we wished for
is the best for us
but He
and only He knows what's best for each of us.
Make doa
Let God
Ya Allah, permudahkanlah...
what we wished for
is the best for us
but He
and only He knows what's best for each of us.
Make doa
Let God
Ya Allah, permudahkanlah...
Makbulkanlah
what did i do to deserve this?
astarghfirullaahal'adzeem..
astarghfirullaahal'adzeem..
astarghfirullaahal'adzeem..
continuing making doa that my atlasman gets his wishes
not to be relocated to the uk and could remain in malaysia for a very long time.
continuing making doa that i get my wishes
Ya Allah, makbulkanlah..
-solace-
astarghfirullaahal'adzeem..
astarghfirullaahal'adzeem..
astarghfirullaahal'adzeem..
continuing making doa that my atlasman gets his wishes
not to be relocated to the uk and could remain in malaysia for a very long time.
continuing making doa that i get my wishes
Ya Allah, makbulkanlah..
-solace-
Tuesday, October 03, 2006
Perjalanan
Alhamdulillah, am very thankful that terpanggil lagi menjadi tetamu Allah. My trip this time is @ solo. "Aku hanya perlukan Mu, Tuhanku. Tolonglah - permudahkan perjalanan hambaMu."
Dugaan awal was that the group - 39 of us and all the 38 were total strangers to me, were standed in KLIA for 29 hours. The original plan was etd KLIA-Jeddah on 22/9 @ 1945 hrs. At 1900 hrs we were told of the flight delay and that we were to check-in at the PacPacific Hotel. Everyone seemed okay and minding my own business - i did as told and got myself locked-in comfortably in Room 530. Family, friends and atlasman notified. Alhamdulillah - i took the delay rather calmly. Anyway - pasal i was on my own, i called the agent rep almost every hourly to check on our flight progress. Not much of a help as the airline has not yet reverted to them - but was told definitely we'll fly the next day.
Like i could sleep soundly waiting for what's next.. anyway - masa terluang i capitalised to revise the guide for perjalanan umrah - completed all 3 books, alhamdulillah.
23/9 Got up the next day - called the rep and was informed still no available info on our flight schedule. Each hour my sabr went thinning. Began pondering apa di sebalik kejadian..
May be Tuhan tak mengizinkan perancangan umrah ini.. timbul rasa sedih and sayu - but who's giving up. Not moi... niat yang mulia insyaallah Tuhan akan beserta..
From breakfast to lunch, from lunch to dinner and i gave up on the rep (not that it's his fault) and called SaudiAir directly. Flight leaving Jakarta aound 9pm wud eta KLIA about 11pm. Gedebuk-gedebak we'll fly around mid nite.
moi : "what's the cause of this delay, may i know?"
s.air : "oh it's some engine problem, maam."
moi : "aa.. engine problem? is it okay now?".
s.air : "insyallah - it's been fixed."
Yeah - after this much delay - i should take this guy's words that the aircraft engine's problem has been fixed. For a while hati penakutku mendabik. Menetes airmata - hello! sape tak takut mati - especially when you know preparation is so cikai... astaghfirullah. Really - it was a scary moment. Nak buat apa lagi kalau dah sampai waktu - it's no turning back. Terbayang dosa-dosa lalu, wajah mak and anak as well as all love ones. Teresak and shahdu habis! But lepas puas nangis, i leave it to God - tawakkaltu'alallah.
We checked out at 2230hrs. Flight midnite as earlier scheduled.
Alhamdulillah - perjalanan di tanah haram lancar - dengan pertolongan Tuhan.
Nikmatnya..
Dugaan awal was that the group - 39 of us and all the 38 were total strangers to me, were standed in KLIA for 29 hours. The original plan was etd KLIA-Jeddah on 22/9 @ 1945 hrs. At 1900 hrs we were told of the flight delay and that we were to check-in at the PacPacific Hotel. Everyone seemed okay and minding my own business - i did as told and got myself locked-in comfortably in Room 530. Family, friends and atlasman notified. Alhamdulillah - i took the delay rather calmly. Anyway - pasal i was on my own, i called the agent rep almost every hourly to check on our flight progress. Not much of a help as the airline has not yet reverted to them - but was told definitely we'll fly the next day.
Like i could sleep soundly waiting for what's next.. anyway - masa terluang i capitalised to revise the guide for perjalanan umrah - completed all 3 books, alhamdulillah.
23/9 Got up the next day - called the rep and was informed still no available info on our flight schedule. Each hour my sabr went thinning. Began pondering apa di sebalik kejadian..
May be Tuhan tak mengizinkan perancangan umrah ini.. timbul rasa sedih and sayu - but who's giving up. Not moi... niat yang mulia insyaallah Tuhan akan beserta..
From breakfast to lunch, from lunch to dinner and i gave up on the rep (not that it's his fault) and called SaudiAir directly. Flight leaving Jakarta aound 9pm wud eta KLIA about 11pm. Gedebuk-gedebak we'll fly around mid nite.
moi : "what's the cause of this delay, may i know?"
s.air : "oh it's some engine problem, maam."
moi : "aa.. engine problem? is it okay now?".
s.air : "insyallah - it's been fixed."
Yeah - after this much delay - i should take this guy's words that the aircraft engine's problem has been fixed. For a while hati penakutku mendabik. Menetes airmata - hello! sape tak takut mati - especially when you know preparation is so cikai... astaghfirullah. Really - it was a scary moment. Nak buat apa lagi kalau dah sampai waktu - it's no turning back. Terbayang dosa-dosa lalu, wajah mak and anak as well as all love ones. Teresak and shahdu habis! But lepas puas nangis, i leave it to God - tawakkaltu'alallah.
We checked out at 2230hrs. Flight midnite as earlier scheduled.
Alhamdulillah - perjalanan di tanah haram lancar - dengan pertolongan Tuhan.
Nikmatnya..
Monday, September 18, 2006
Sunday, September 17, 2006
valid?
kenapa dibiar diri melukai hati
dah nyata
tak dipinta pergi
tak dipinta menanti
pilihanmu sendiri yang membawa
ribut dan kacaunya hati
sekadar bisikan terledak rasa
kuatnya kasih
dalamnya cinta
sekadar bisikan…
apakah valid untuk disandarkan?
apakah tak tersia untuk dititip?
kenangan semalam pun menjadi bayangan
yang kian pudar
tangisan mengiring indahnya semalam
pedih terasa hati
menitip semalam di alam nyata
tapi semalam itu
dah terlalu lama berlalu
semalam itu kini menjadi zon
yang menghidupkan kepedihan
pedih sepedihnya
kenapa masih dilewati semalam
kenapa dibiarkan diri melukai hati?
validkah ledakan rasa ini?
dah nyata
tak dipinta pergi
tak dipinta menanti
pilihanmu sendiri yang membawa
ribut dan kacaunya hati
sekadar bisikan terledak rasa
kuatnya kasih
dalamnya cinta
sekadar bisikan…
apakah valid untuk disandarkan?
apakah tak tersia untuk dititip?
kenangan semalam pun menjadi bayangan
yang kian pudar
tangisan mengiring indahnya semalam
pedih terasa hati
menitip semalam di alam nyata
tapi semalam itu
dah terlalu lama berlalu
semalam itu kini menjadi zon
yang menghidupkan kepedihan
pedih sepedihnya
kenapa masih dilewati semalam
kenapa dibiarkan diri melukai hati?
validkah ledakan rasa ini?
KepadaMu Kekasih
KepadaMu Kekasih
Aku berserah
Kerana ku tahu Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Apa yang tersirat di hati
Bersama amali
KepadaMu Kekasih
Aku bertanya
Apakah Kau akan menerimaku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri
Hanya padaMu Kekasih
Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ku temukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu
KepadaMu Kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah Kau akan menerima penyerahan ini
Apakah Kau akan menerimaku
Dalam keadaan begini
- Jamal Abdillah, Hattan & M.Nasir
Aku berserah
Kerana ku tahu Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Apa yang tersirat di hati
Bersama amali
KepadaMu Kekasih
Aku bertanya
Apakah Kau akan menerimaku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri
Hanya padaMu Kekasih
Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ku temukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu
KepadaMu Kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah Kau akan menerima penyerahan ini
Apakah Kau akan menerimaku
Dalam keadaan begini
- Jamal Abdillah, Hattan & M.Nasir
Monday, September 11, 2006
29 Shaaban 1427 - 22 September 2006
Ya Allah...
ampuni dosaku
lancarkan perjalananku
terimalah ibadahku
aku mohon ketenangan
aku mohon keberkatan
aku mohon petunjukMu.
Ya Allah...
kedatangan hambaMu
untuk penyucian hati dan jiwa
Ya Allah...
Yang maha pengasih
Lagi maha penyayang
Dengan izinMu
Hamba menyahut panggilan!
Umrah II (22/09/06 / 29 Shaaban 1427)
Ya Allah...
ampuni dosaku
lancarkan perjalananku
terimalah ibadahku
aku mohon ketenangan
aku mohon keberkatan
aku mohon petunjukMu.
Ya Allah...
kedatangan hambaMu
untuk penyucian hati dan jiwa
Ya Allah...
Yang maha pengasih
Lagi maha penyayang
Dengan izinMu
Hamba menyahut panggilan!
ampuni dosaku
lancarkan perjalananku
terimalah ibadahku
aku mohon ketenangan
aku mohon keberkatan
aku mohon petunjukMu.
Ya Allah...
kedatangan hambaMu
untuk penyucian hati dan jiwa
Ya Allah...
Yang maha pengasih
Lagi maha penyayang
Dengan izinMu
Hamba menyahut panggilan!
Monday, September 04, 2006
di persinggahan
Tersasar dalam perjalanan
Tak menyangka
Terlajak di persinggahan
Melewati subuh
Nyaman
Syahdu
Terasa nak berlama
Menikmati tenangnya kedamaian subuh
Di persinggahan ini
Tenangnya sehingga aku terlena
Sempat bermimpi indah
Mentari pagi
Terang mengabur mimpi
Terjaga
Perjalanan kuteruskan
Ya Allah !
Hanya kasihMu yang kuperlukan…
Temani perjalananku
Tak menyangka
Terlajak di persinggahan
Melewati subuh
Nyaman
Syahdu
Terasa nak berlama
Menikmati tenangnya kedamaian subuh
Di persinggahan ini
Tenangnya sehingga aku terlena
Sempat bermimpi indah
Mentari pagi
Terang mengabur mimpi
Terjaga
Perjalanan kuteruskan
Ya Allah !
Hanya kasihMu yang kuperlukan…
Temani perjalananku
Friday, September 01, 2006
SENJA
Subscribe to:
Posts (Atom)
